Rabu, 30 April 2014

TANDA-TANDA AHLUL BID'AH DAN AHLUL AHWA' (Mutiara Hikmah dari Nasehat salaful Ummah)




MUTIARA HIKMAH DARI NASEHAT SALAFUL UMMAH
 
"Tanda-Tanda Ahli Bid’ah Dan Ahli Ahwa"


. Ayyub As Sikhtiyani berkata :
“Saya tidak mengetahui ada seseorang dari ahli ahwa’ yang berdebat kecuali dengan perkara (ayat) mutasyabihat.” (Al Ibanah 2/501, 605, 609)

. Imam Al Barbahary berkata :
“Jika kamu lihat seseorang mencela salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam maka ketahuilah bahwa sesungguhya dia telah mengucapkan kata-kata yang buruk dan termasuk ahli ahwa’.” (Halaman 115 nomor 133)
. Ia juga berkata :
“Jika kamu mendengar seseorang mencerca atsar (hadits-hadits), menolaknya, dan menginginkan selain itu maka curigailah keislamannya dan jangan kamu ragu bahwa ia adalah pengikut hawa nafsu dan mubtadi’.” (Ibid 115-116 nomor 134)
. Kata beliau juga :
“Jika kamu lihat seseorang mendoakan kejelekan terhadap penguasa maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut hawa nafsu.” (Ibid 116 nomor 136)

. Abu Hatim berkata :
“Salah satu tanda ahli bid’ah adalah adanya cercaan mereka terhadap Ahli Atsar.” (Al Lalikai 1/179)
Abu Abdillah Jamal berkata :
“Jika kamu lihat seseorang mencerca ulama As Sunnah dan manhaj Salafus Shalih di negeri ini dan lainnya maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut hawa.”

. Ibnul Qaththan berkata :
“Tidak ada di dunia ini seorang mubtadi’ melainkan sangat membenci Ahli Hadits.” (Aqidah Salaf Ash Shabuni 102 nomor 163)

. Imam Ash Shabuni berkata :
"Dan tanda-tanda ahli bid’ah itu sangat jelas terlihat pada mereka dan salah satu tanda yang paling menonjol adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap para pembawa berita dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, menghina, dan meremehkan mereka.” (Ibid 101 nomor 162)

. Dari Qutaibah bin Sa’id berkata :
“Apabila kamu lihat seseorang mencintai Ahli Hadits maka ketahuilah bahwa ia di atas As Sunnah dan siapa yang menyelisihi perkara ini maka ketahuilah bahwa ia adalah mubtadi’.” (Muqaddimah muhaqqiq Kitab Syi’ar Ashhabul Hadits lil Hakim 7)

✏ Alih bahasa: Al Ustadz Idral Harits_hafizhahullah.

~~~•~~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
Sumber : WA. FORUM KIS


Senin, 28 April 2014

Diantara TANDA-TANDA AHLUSSUNNAH (Mutiara Hikmah dari Nasehat Salaful Ummah)




Imam Al Barbahary berkata :
“Jika kamu lihat seseorang mencintai Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan Usaid bin Hudlair radliyallahu 'anhum maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah --Insya Allah-- dan jika kamu lihat seseorang mencintai Ayyub, Ibnu ‘Aun, Yunus bin ‘Ubaid, ‘Abdullah bin Idris Al Audi, Asy Sya’bi, Malik bin Mighwal, Yazid bin Zurai, Mu’adz bin Mu’adz, Wahb bin Jarir, Hammad bin Salamah, Hammad bin Zaid, Malik bin Anas, Al Auza’i, dan Zaidah bin Qudamah maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah begitu pula jika ada seseorang mencintai Ahmad bin Hanbal, Al Hajjaj bin Al Minhal, Ahmad bin Nashr serta menyebut kebaikan mereka dan berpendapat dengan pendapat mereka maka ketahuilah ia adalah seorang Sunni.” (Syarhus Sunnah 119-121)

Saya (Jamal bin Farihan) mengatakan, dan jika kamu melihat pada masa kini ada seseorang yang mencintai para ulama di negeri ini (Saudi) dan negeri lainnya yang berpegang teguh dengan As Sunnah dan manhaj Salafus Shalih serta berpendapat dengan pendapat mereka maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang Sunniy.

. Kata beliau (ibid 107) :
“Dan siapa yang mengetahui apa yang dibuang dan ditinggalkan ahli bid’ah dari Sunnah ini dan ia justru berpegang teguh dengannya maka ia adalah pengikut Ahlus Sunnah wal Jamaah dan ia berhak untuk diikuti (diteladani), dibantu, dan dijaga bahkan dia termasuk yang dipesankan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

. Dan kata beliau (ibid 116) :
“Dan jika kamu lihat seseorang mendoakan kebaikan untuk penguasa maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut Sunnah --Insya Allah--.”

Saya katakan ringkasnya : “Jika kamu lihat seseorang mencintai Ahli Sunnah di mana pun berada dan benci kepada ahli bid’ah dan ahli ahwa’ di manapun mereka menetap dan berpindah maka ketahuilah ia adalah Ahlus Sunnah.”

. Abu Hatim berkata :
“Jika kamu lihat seseorang mencintai Imam Ahmad ketahuilah ia adalah pengikut Sunnah.” (As Siyar 11/198)

. Dari Ja’far bin Muhammad ia berkata, saya mendengar Qutaibah berkata :
“Apabila kamu melihat seseorang mencintai Ahli Hadits seperti Yahya bin Sa’id dan Abdurrahman bin Mahdi dan Ahmad bin Hanbal serta Ishaq bin Rahawaih --ia menyebut beberapa orang lagi-- maka ketahuilah bahwa ia berada di atas Sunnah dan siapa yang menyelisihi mereka maka ketahuilah bahwa ia seorang mubtadi’ (ahli bid’ah).” (Al Lalikai 1/67 nomor 59)

✏ Alih bahasa: Al Ustadz Idral Harits

sumber :
WA. FORUM KIS

"BURUKNYA BERDEBAT & BERBANTAH DIDALAM AGAMA"

Selasa, 29 Jumadal Akhir 1435/ 29 Apr 2014

BURUKNYA BERDEBAT & BERBANTAH DIDALAM AGAMA. 
126. Dari Yahya bin Sa’id ia berkata, Umar bin Abdul Aziz berkata :“Siapa yg menjadikan agamanya bahan perdebatan & perbantahan maka ia adalah orang yang paling sering berpindah-pindah (pemikirannya).” (Asy Syari’ah 62, Ad Darimy 1/102 no.304) 

129. Dari Abdus Shamad bin Ma’qil ia berkata, saya mndengar Wahb mengatakan,“Tinggalkanlah percekcokan & perdebatan dalam urusanmu karena sesungguhnya kamu tidak mungkin melemahkan salah satu dari dua lawanmu. Yaitu seorang yang lebih alim darimu, maka bagaimana mungkin kamu membantah dan mendebat orang yang jelas lebih alim dari kamu? Dan seorang yang kamu lebih alim dari dia maka apakah pantas kamu membantah dan mendebat orang yang lebih bodoh dari kamu? Sedangkan ia tidak akan mentaati kamu, maka putuslah yang demikian atasmu.” (Asy Syari’ah 64) 

130. Dari Ma’n bin Isa ia berkata, pada suatu hari Jum’at Imam Malik bin Anas keluar dari masjid sambil bersandar ke lenganku, seseorang bernama Abul Huriyyah menyusulnya -ia diduga seorang Murjiah- katanya :“Hai Abu Abdillah, dengarkanlah! Saya mengajakmu bicara tentang sesuatu. Dan saya akan membantahmu dan mengeluarkan pendapatku kepadamu.”Beliau berkata : “Kalau kamu mengalahkanku bagaimana?” Orang itu berkata : “Kalau aku menang kamu ikut saya.” Kata beliau lagi : “Bagaimana jika datang seseorang lalu mengajak kita berdebat dan mengalahkan kita?” Laki-laki itu menjawab : “Kita ikuti dia!”Maka berkatalah Imam Malik rahimahullah :“Wahai hamba Allah! Allah mengutus Muhammad Shallallahu'Alaihi WaSallam membawa agama yang satu tapi aku melihatmu selalu berpindah dari satu agama ke agama yang lain.” (Ibid 62)

(Sumber Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur~Syaikh Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Diterjemahkan Ustadz Idral Harits, Pengantar Ustadz Muhammad Umar As Sewwed hafidzohumullaah)
Semoga kita selalu mendapatkaan taufiq dari Allah Ta'ala agar senantiasa kokoh diatas Sunnah.

Sumber : BB Da'wah Ahlussunnah


SILSILAH “Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah”


“Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah”

oleh asy-Syaikh DR. Ahmad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah.

Sumber http://www.bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?t=15289


Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Orang yang mengumpulkan harta atas nama Dakwah Salafiyyah, atau karena dia seorang salafy, tapi kemudian dia menggunakannya tidak pada tempatnya.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Adanya orang-orang yang tidak belajar ilmu syar’i secara bertahap dan belum beradab dengan adab-adab ilmu, namun tampil untuk mengajar dan berdakwah.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Adanya orang-orang yang menyukseskan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan pribadinya dengan mengatasnamakan Dakwah Salafiyyah, namun tampil untuk mengajar dan berdakwah.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Masuknya sebagai orang-orang mutalawwin dalam barisan salafy. Sehingga dia pun berhasil mengadu domba dan mengobarkan fitnah, dalam tampilan dia sebagai juru nasehat.”
Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Sebagian Salafiyyn masuk ke permasalahan-permasalahan khilaf, dan dia berani memutuskan sendiri, bahkan berani menghukumi terhadap orang yang lebih berilmu darinya. Ini termasuk adab yang jelek.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Sebagian penuntut ilmu berupaya mengadu domba dan mengacaukan terhadap Salafiyyin yang jujur, yang sedang berhadapan para penyelisih/penentang kebenaran.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah : “Menampakkan dan menyebarkan pendapat-pendapat yang syadz dan tertolak, yang tidak selaras dengan dalil dan prinsip yang salaf ada di atasnya. Ini di antara sikap yang dicela oleh para ‘Ulama Sunnah.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Adanya penuntut ilmu yang telah tampil (berdakwah dan mengajar) namun tidak mau berhubungan dan merujuk kepada para ‘ulama. Bahkan merasa tidak butuh kepada para ‘ulama. Ini adalah penyimpangan yang sangat berbahaya!”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Sebagian penuntut ilmu berani membuat kaidah-kaidah yang tidak ada salaf (pendahulu)nya. Hal itu dia lakukan semata-mata karena ujub terhadap diri sendiri, dan merasa diri berilmu.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Sebagian penuntut ilmu berusaha mengarahkan para syabab (para pemuda) untuk mengikut pendapat dan hawa nafsunya, dan menjadikannya sebagai patokan al-Haq. Adapun pendapat yang menyelisihinya, maka dianggap sebagai sikap keras atau sikap gegabah.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Menyikapi penuntut ilmu seperti menyikapi ‘ulama. Bahkan lebih mengedepankan mereka dibandingkan ‘ulama. Padahal bisa jadi dia itu tidak pantas disebut sebagai penuntut ilmu.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Sebagian orang-orang yang tampil (mengajar dan berdakwah) merasa diri sebagai orang ‘alim (berilmu) dan menggambarkan dirinya sebagai seorang yang adil dan sportif. Padahal hakekatnya dia tidak lebih dari seorang yang diam (tidak mengingkari) terhadap kebatilan, atau seorang mukhaddzil (orang yang menggembosi/menelantarkan manhaj yang haq).”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Adanya sebagian penuntut ilmu yang bertarbiyah (mendidik) salafiyyin untuk berta’ash-shub (fanatik) terhadap dia dan selalu tunduk terhadap pendapat-pendapatnya.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Menyifati seorang salafy yang berjalan di atas manhaj (yang haq) sebagai seorang yang ghuluw (ekstrim) dalam men-jarh, atau terburu-buru, atau gegabah.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Adanya sebagian penuntut ilmu yang menyebarkan pendapat-pendapat madzhab yang bertentangan dengan dalil, demi membuktikan bahwa di sana ada pendapat lain.”

Di antara perkara yang Merusak Dakwah Salafiyyah, “Tidak adanya kecintaan, hubungan, dan saling menasehati antara salafiyyin, sehingga barisan salafiyyin dengan mudah terpecah. Terutama di kalangan orang-orang yang menisbahkan diri kepada salafy hanya sebatas nama, namun dia menyelisihinya secara manhaj dan prinsip.”

bersambung, insya Allah..

Sumber : Miratsul-Anbiya.net

Minggu, 27 April 2014

AUDIO Dauroh Makassar ke 10, Bersama Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed


Berikut ini kami Sajikan Link Download Dauroh Makassar ke 10 yang dilaksankan di Masjid Ikhtiyar Perumdos UNHAS Tamalanea Makassar 2014
Bersama al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Sabtu 26 Jumadal Akhirah 1435H

Ahad 27 Jumadal Akhirah 1435H
Sesi 1 Download di Sini

 Taushiyyah Ba'da Maghrib di Masjid quba 
 Sabtu 26 Jumadal Akhirah 1435H
Download Di Sini